Beranda » Blog » Bermain Outdoor dan Perkembangan Kecerdasan Sosial Anak

Bermain Outdoor dan Perkembangan Kecerdasan Sosial Anak

Diposting pada 28 February 2024 oleh admin / Dilihat: 203 kali

Bermain Outdoor dan Perkembangan Kecerdasan Sosial Anak

Bermain dan belajar adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dari hidup manusia. Terlebih untuk anak-anak. Waktu untuk belajar dan bermain lebih banyak waktu untuk bermain. Dalam bermain, sebenarnya juga  banyak unsur belajarnya. Istilahnya, bermain sambil belajar. Selama ini, banyak orang terjebak dalam pengertian belajar yang hanya terbatas pada membaca buku atau mengerjakan tugas saja. Apalagi kita orang Indonesia, dengan sistem pendidikan yang masih menitikberatkan pada pencapaian akademis, tujuan utama dalam belajar adalah mencapai nilai akademis tertinggi.

Sistem pendidikan kita yang terlalu fokus pada pengejaran kemampuan akademis, menjadikan kemampuan lain selain akademis kurang dihargai. Anak-anak yang dianggap berprestasi dan unggul adalah mereka yang mempunyai kemampuan ilmu alam bagus, kemampuan berpikir logis dan juga mampu menjawab soal-soal dengan bagus saat ujian. Penekanan terlalu besar aspek akademis saja pada peserta didik sekarang banyak dikritik oleh pakar pendidikan karena mengabaikan kemampuan lain yang tidak kalah pentingnya untuk masa depan anak. Salah satu aspek atau kemampuan penting yang menentukan pada masa depan anak adalah kemampuan bersosial dengan orang lain.

Para pakar pendidikan dari waktu ke waktu telah mengeluarkan banyak teori tentang pendidikan anak. Kalau Anda pernah kuliah di jurusan pendidikan atau psikologi, kognitif, psikomotor, afektif dan afirmatif. Semua itu adalah bentuk pemetaan karakter seorang anak yang harus dikembangkan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Banyak sekali teori pendidikan yang menjenlaskan karakter tersebut dan juga cara pengebangannya. Sebut saja teori pembiasaan atau behaviorisme, teori kognitif, humanisme dan juga multivel intelegensi. Toeri-teori itu terus diperbaharui dan juga dirombak. Sebut saja teori Multivel Intelegensi adalah perombakan dari teori-teori lama yang terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif atau berpikir logis anak. Kemampuan musik, olah raga, berbicara kurang diperhatikan.

Baca juga: Pusat mainana edukasi untuk anak murah

Kemudian lahir lagi emosional intelegensi dan juga spiritual intelegensi. Teori ini berangkat dari kegelisahan pakar pendidikan yang masih melihat anak didik sebagai mesin yang tapi bukan sebagai makhluk yang memiliki jiwa yang membedakannya dengan binatang. Seiring dengan kemajuan teknologi yang tidak terbendung, perkembangan teori itu akan terus berlanjut. Mungkin besok akan tercetus intelegensi digital, intelegensi dunia maya, tidak menutup kemungkinan ada intelegendi indra keenam.

Berbicara tentang teori intelensi manusia, tentu saya bukan pakarnya, meski saya pernah kuliah di jurusan psikologi. Yang akan saya bahas di sini adalah manfaat bermain outdoor bagi perkembangan sosial anak. Tulisan ini berangkat dari kegelisahan penulis melihat fenomena anak “jaman now” yang banyak kecanduan gadjet atau smartphone dan juga permainan komputer. Anak-anak yang tinggal di kota kita tidak heran, tapi fenomena ini sudah merambat ke pelosok desa yang dulunya masih jauh dari hiruk pikuk teknologi.

Sebelum kita berbicara lebih jauh tentang manfaat bermain di luar ruangan, tidak ada salah kita berbicara tentang dampak buruk dari permaian gadjet dan komputer yang berlebihan. Kalau Anda googling, banyak sekali artikel yang membahas tentang dampak negatif dari permainan ini. Beberapa diantaranya adalah anak menjadi kecanduan. Bermain gadjet bagi anak-anak bermain yang mengasyikkan, mereka jadi lupa waktu, lupa lingkungan sekitar bahkan lupa makan saking asiknya. Bahkan bagi yang sudah kecanduan akut, mereka tidak mau berpisah dengan apa yang namanya gadjet dan game online. Untuk masalah game online, anak bahkan betah bermain 24 jam tanpa tidur.

Kedua, kepekaan terhadap lingkungan sekitar menurun drastis. Saking asyiknya bermain online atau melihat vidio, pengamatan terhadap apa yang terjadi di sekitar mereka menurun hingga 80%. Mereka jadi cuek. Asal mereka tidak mengganggu aktivitas bermain mereka, semua tidak ada masalah. Kalau  berlangsung terus menerus, ketika tidak bermain gadjetpun kepekaan sosial mereka tetap rendah.

Ketiga, Prestasi belajar yang menurun drastis. Orang tua yang membeli terlalu banyak kebebasan bagi anak untuk menggunakan gadjet di usia sekolah akan merasakan dampak berupa menurun drastisnya nilai akademik mereka di sekolah. Konsentrasi yang terlalu besar pada permainan online membuat anak malas untuk berpikir yang lumayan serius. Bahkan, banyak dari mereka yang mengambil langkah instan berupa mencontek kepada teman.

Kalau diuraikan, tidak cukup satu dua halaman tentang dampak negatif dari permainan ini. Itu baru yang nampak, belum lagi tentang dampak perkembangan otak dan kesehatan anak. Trus apakah tidak ada efek positifnya pada anak dari permainan internet ini? Saya yakin ada, misalnya anak bisa belajar bahasa asing, mengenal warna, bermain logika dan lain sebagainya. Asalkan ada pengawasan dari orang tua dan jam bermain yang ketat, tentu hal ini akan berdampak baik pada anak.

Kembali lagi ke masalah yang sedang kita bahas, manfaat bermain outdoor bagi perkembangan sosial anak. Bermain outdoor jenis dan kategorinya banyak. Ada bermain bola, bersepeda, berenang, gobak sodor, memanah, petak umpet, trampolin, camping, bermain  di playground dan lain sebagainya. Permain outdoor ini pada umumnya dilakukan secara bersama-sama dengan anak lainnya supaya lebih asyik dan ramai. Bahkan seperti bermain sepak bola, keberhasilan permainan dituntut dengan adanyak kerja sama yang bagus antar pemain. Kalau tidak, gagal.

Bermain dalam satu tim, dibutuhkan sebuah peraturan yang harus disepakati oleh setiap peserta agar permainan berjalan sesuai dengan yang dikehendaki. Ada kelompok yang menang, ada kelompok yang kalah. Kalau sebuah tim mau  menang dari tim lain, harus ada kerja sama yang bagus antar anggota tim. Itu permainan yang bersifat perlombaan. Bermain yang tidak perlombaan juga sama, misalnya camping bersama, harus ada pembagian tugas yang bagus. Misalnya siapa yang bertugas memasak hari pertma, siapa yang membersihkan peralatan makan, siapa yang mencari kayu dan lain-lain. Kamping  akan menyenangkan ketika setiap anggota tim melaksanakan tuga sesuai dengan job deskripsi mereka. Kadang ada anggota yang egois yang tidak mau menggerjakan tugas mereka, ini akan merusak suasana senang camping.

Kemampuan berinteraksi akan meningkat kalau anak dibiasakan untuk mengikuti permainan atau kegiatan outdoor dengan teman sebayanya. Selain kemampuan berinteraksi, rasa peduli dan kepekaan sosialnya juga akan meningkat. Rasa solidaritas antar teman juga begitu. Kebiasaan ini akan membekas hingga mereka dewasa dan dibutuhkan ketika mereka harus mencari kerja atau membuka bisnis. Berbekal kemampuan interaksi yang mumpuni serta teman yang banyak, urusan pekerjaan atau bisnis bisa lebih mudah bagi mereka.

Tantangannya adalah, menjaga anak supaya tidak bergaul dengan teman yang salah. Bermain di luar baik, tapi tugas orang tua adalah memastikan bahwa anak mereka bermain dengan teman yang tidak mengajak  pada hal negatif. Remaja seperti yang kita ketahui mudah sekali mengikuti perilaku teman-teman mereka atas nama solidaritas. Bisa itu berupa penggunaan narkoba, tawuran, pergaulan bebas,vandalisme, klitih atau pencurian. Pengawasan bisa dilakukan dengan mengamati aktivitas media sosial mereka di internet, berbicara dari hati ke hati dan meluangkan cukup waktu menemani mereka di waktu luang di sela-sela kesibukan kita dalam bekerja. Banyak sekali orang tua yang tinggal di kota karena terlalu sibuk pekerjaan sehingga waktu untuk anak-anak dan keluarga sangat sedikit sekali. Ini juga berbahaya bagi anak.

Baca juga: Produsen mainan playground kayu model terlengkap di Jakarta

Kalau mau dieskplore lagi, memang menarik membaca dan fenomena anak muda dan perkemabangan mereka. Selalu ada yang baru dan menggelitik. Kalau membuat ulasan singkat ini tentu dengan tujuan ikut sumbangsih dalam meramaikan wacana masa depan anak muda milineal yang hidup dalam era teknologi. Jangan sampai teknologi merubah mereka menjadi manusia-manusia penyendiri yang tidak punya kepekaan dengan lingkungan sekitar mereka. Dan hari ini kita banyak menemukan pemuda bahkan anak-anak usia taman kanak-kanak yang model seperti ini. Kita tidak bisa menghindarinya, tapi kita tidak  boleh menyerah untuk mengurangi dampak negatifnya.

Terimakasih sudah mengunjungi website kami, semoga artikel kami berfanfaat dan memberikan pengetahuan bara kepada orang tua agar tumbuh kembang putra-putrinya semakin bagus. Amin

 

Bagikan ke

Bermain Outdoor dan Perkembangan Kecerdasan Sosial Anak

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.

Bermain Outdoor dan Perkembangan Kecerdasan Sosial Anak

Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Open chat