7 Manfaat Permainan Tradisional Bagi Tumbuh Kembang Anak
Perubahan pola bermain anak dalam satu dekade terakhir membuat banyak orang tua kembali mempertimbangkan aktivitas yang lebih sederhana namun memberi manfaat bagi perkembangan anak.
Ketika gawai seperti smartphone makin mudah diakses dan digandrungi, aktivitas fisik cenderung berkurang dan interaksi sosial pun menjadi lebih terbatas. Di tengah pergeseran ini, permainan tradisional kembali dilirik sebagai pilihan yang dapat menyeimbangkan kebutuhan anak.
Dengan kembali mengajak anak untuk memainkan permainan tradisional, mereka dapat kembali aktif bergerak dan bereksplorasi dengan teman-teman sebaya. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila sejumlah lembaga pendidikan dan psikolog anak kembali mengimbau agar permainan tradisional dikenalkan sejak dini, sebagai bagian dari stimulasi perkembangan yang menyeluruh.
Apa Itu Permainan Tradisional?
Menurut Kemendikbud, permainan tradisional merupakan aktivitas bermain yang lahir dan berkembang di masyarakat, diwariskan dari generasi sebelumnya, dan sarat akan nilai-nilai budaya dan sosial. Bentuknya mainan tradisional umumnya sederhana, tidak membutuhkan alat teknologi, dan biasanya mengandalkan kreativitas, kerja sama, serta aturan yang mudah dipahami.
Kajian dari Universitas Pendidikan Indonesia juga menunjukkan bahwa permainan tradisional dapat menstimulasi kemampuan fisik, kognitif, dan karakter secara seimbang. Anak belajar bergerak, membaca situasi, maupun berinteraksi melalui kegiatan yang membuat mereka terlibat langsung. Permainan seperti engklek, bentengan, ular naga, bakiak, hingga petak umpet bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana belajar yang efektif.
7 Manfaat Mainan Tradisional bagi Tumbuh Kembang Anak
Bukan sekedar bermain. Di balik kesederhanaannya, mainan tradisional ternyata memiliki segudang manfaat khususnya bagi tumbuh kembang anak. Berikut 7 manfaat mainan tradisional yang perlu Anda ketahui:
1. Melatih Motorik Kasar dan Motorik Halus Anak
Banyak permainan tradisional mendorong anak untuk aktif bergerak. Misalnya saja engklek yang membuat anak melompat dan menjaga keseimbangan. Lalu ada juga gobak sodor yang melatih kelincahan. Aktivitas fisik semacam ini sangat penting untuk menguatkan otot dan koordinasi tubuh (motorik kasar).
Tak hanya bagus untuk melatih motorik kasar, kemampuan motorik halus pun ikut berkembang saat anak memegang benda kecil seperti batu engklek atau biji-bijian. Gerakan yang berulang dan variatif juga membantu mereka mengontrol tangan, jari, serta fokus mata. Hal-hal kecil semacam ini terlihat sederhana, tetapi sangat berpengaruh terhadap kesiapan anak menjalani aktivitas sekolah maupun kegiatan sehari-hari.
2. Mendukung Perkembangan Sosial dan Cara Berinteraksi
Permainan tradisional jarang dilakukan sendiri. Hampir semuanya berkelompok dan menuntut kerjasama. Interaksi dalam grup ini membuat anak belajar memahami perasaan orang lain, menunggu giliran, dan mengelola emosi ketika dihadapkan situasi menang atau kalah.
Nah, saat bermain, anak juga dapat belajar menyelesaikan konflik kecil ketika ada perbedaan pendapat tentang aturan main atau strategi. Tanpa disadari ternyata pengalaman ini sangat penting untuk kehidupan sosial berikutnya, baik saat beradaptasi di sekolah maupun di lingkungan bermain.
3. Mengasah Kemampuan Berpikir dan Memecahkan Masalah
Di balik aktivitas fisik, permainan tradisional menyimpan unsur kognitif yang kuat. Anak harus menentukan langkah, memperhitungkan jarak, membaca pergerakan teman, atau mencari cara untuk bertahan. Misalnya, pada permainan bentengan, anak belajar menyusun strategi agar tidak mudah tersentuh lawan.
Pada petak umpet, mereka belajar memilih tempat sembunyi yang aman namun tidak terlalu jelas. Proses ini membuat mereka terbiasa dengan pola berpikir taktis, pengambilan keputusan cepat, dan evaluasi terhadap tindakan mereka. Ketika gagal, mereka belajar mencari strategi lain. Semua hal ini membantu otak berkembang lebih fleksibel dan cenderung lebih siap dalam menghadapi berbagai kendala atau tantangan di dalam kehidupannya kelak.
4. Menumbuhkan Kepercayaan Diri dan Rasa Berani
Setiap anak memiliki ritme perkembangan yang berbeda. Ada yang mudah berbaur, ada yang butuh waktu untuk merasa nyaman saat bermain dengan teman-temannya.
Berbeda dengan permainan digital yang cenderung membuat anak lebih betah mengurung diri di kamar, mainan tradisional justru membantu anak keluar dari zona nyamannya dengan cara yang halus.
Mereka dituntut untuk mencoba, mengambil giliran, berlari, atau menghadapi lawan dalam suasana yang menyenangkan. Pengalaman menang memberikan rasa bangga, sementara pengalaman kalah mengajarkan bahwa kegagalan bukan akhir dari permainan. Kebiasaan seperti ini membuat anak belajar bahwa keberanian bukan muncul sekali saja, melainkan tumbuh dari proses mencoba berulang kali. Dari sinilah rasa percaya diri terbentuk dan terbawa ke kehidupan sehari-hari.
5. Mengurangi Ketergantungan pada Gawai
Tidak sedikit orang tua yang khawatir anak terlalu lama menatap layar. Permainan tradisional menjadi alternatif yang efektif untuk mengalihkan perhatian mereka ke aktivitas yang lebih sehat. Ketika anak bermain di luar rumah bersama teman-temannya, waktu yang biasanya terbuang di depan layar akan berubah menjadi interaksi nyata.
Mereka bergerak, tertawa, dan menghabiskan energi secara lebih positif. Kebiasaan ini dapat membantu menjaga kesehatan mata, memperbaiki kualitas tidur, hingga mengurangi resiko perilaku pasif atau minim gerak yang terlalu sering ditemukan pada anak-anak zaman sekarang.
6. Menanamkan Nilai Budaya dan Budi Pekerti
Permainan tradisional tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mengandung nilai budaya. Banyak permainan yang mengajarkan sportivitas, kebersamaan, dan rasa saling menghargai. Beberapa permainan bahkan memiliki cerita atau filosofi yang berakar dari sejarah lokal. Ketika anak memainkannya, mereka tanpa sadar ikut menjaga keberlanjutan budaya.
Nilai-nilai seperti kerja sama, tanggung jawab, dan semangat gotong royong, muncul melalui aktivitas yang mereka lakukan. Hal-hal sederhana seperti mematuhi aturan permainan, menghargai giliran, atau menerima kekalahan, membentuk karakter yang kuat dan positif. Nilai budi pekerti ini tidak hanya bermanfaat pada masa kanak-kanak, tetapi juga menjadi pondasi dalam pembentukan kepribadian saat mereka dewasa.
7. Membantu Anak Lebih Aktif di Lingkungan Luar
Bermain di luar ruangan membuat anak lebih dekat dengan alam sekaligus memperluas pengalaman mereka. Tidak semua permainan tradisional dilakukan di dalam rumah, sehingga anak terbiasa mengenal lingkungan sekitar, menghirup udara segar, berlari di ruang terbuka, dan menilai kondisi sekitar. Aktivitas ini penting untuk kesehatan fisik dan mental.
Ketika tubuh aktif, anak menjadi lebih bertenaga dan memiliki kontrol emosi yang lebih baik. Bermain di luar juga membantu mereka lebih peka terhadap risiko, seperti memilih area yang aman atau memperhatikan kondisi permukaan tanah. Kesadaran seperti ini bagian dari kemampuan regulasi diri yang penting dalam perkembangan jangka panjang.
Pada akhirnya, permainan tradisional bukan hanya warisan dari masa lalu. Di tengah gaya hidup modern, permainan jenis ini justru menawarkan keseimbangan yang sangat dibutuhkan anak. Dalam permainan tradisional, aktivitas fisik, interaksi nyata, serta pembentukan karakter berjalan bersamaan dalam suasana yang menyenangkan.
Namun tentu semua ini tak akan dapat terwujud tanpa dukungan dan peran orang tua, lembaga pendidikan, hingga pemerintah. Untuk itu, mari himpun dukungan penuh, nyalakan kembali minat anak terhadap mainan tradisional, serta sediakan fasilitas bermain yang aman agar anak dapat menikmati masa kecil yang lebih sehat dan kaya pengalaman lewat mainan tradisional.
7 Manfaat Permainan Tradisional Bagi Tumbuh Kembang Anak
Playground Outdoor Tk-Paud 06 Produk playground anak outdoor model terbaru bisa Anda pesan sesuai kebutuhan baik itu ukuran dan harga. Kami siap mengirim playground ini ke rumah konsumen di berbagai wilayah di Indonesia dan juga luar negeri. Sakti Edutoys menyediakan playground murah ini dengan fasilitas yang sudah cukup lengkap, dimana ada di dalamnya yaitu perosotan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPlayground Anak Taman Outdoor 07 Playground Outdoor-Indoor Taman Model Custom Sakti Edutoys sebagai pusat produksi playground outdoor selalu menyediakan desain- desain yang mengikuti perkembangan zaman bagi Anda semua. Dengan adanya permintaan yang terus meningkat dari tahun ke tahunnya kami akan terus berbenah demi pemenuhan pelayanan untuk kepuasan para pelanggan tentunya. Playground outdoor model ini secara… selengkapnya
*Harga Hubungi CS
Saat ini belum tersedia komentar.