Beranda » Blog » Membantu Anak Belajar Dengan Permainan Edukasi

Membantu Anak Belajar Dengan Permainan Edukasi

Diposting pada 10 January 2024 oleh admin / Dilihat: 196 kali

Membantu Anak Belajar Dengan Permainan Edukasi

Bagi seorang anak, bermain adalah aktivitas yang tidak bisa dipisahkan. Orang tua yang bijak harus memahami tahap perkembangan anak. Kadang ada orang tua yang ingin anaknya cepat berpikir dewasa, rajin membaca, nurut dengan orang tua dan jarang bermain. Belajar psikologi perkembangan bagi orang tua milenial seperti sekarang adalah perkara wajib. Dinamika yang dialami anak-anak di zaman ini sangat komplek, berbeda sekali dengan anak-anak yang lahir satu atau dua dekade yang lalu.

Anak-anak yang tumbuh di era informasi seperti sekarang ini sangat mudah sekali mengakses informasi. Internet memungkinkan mereka melakukan itu. Informasi pelajaran, gaya hidup, pergaulan, fashion dan juga cara berprilaku bisa mereka akses di internet. Di satu sisi dengan cepatnya anak-anak mengakses informasi, sangat positif sekali bagi anak-anak. Mereka bisa belajar dengan cepat apa saja yang perlu mereka pelajari.

Di satu sisi yang lain, banyak ahli yang mengkhawatirkan kecepatan mengkases informasi bagi anak-anak adalah sebuah blunder. Otak mereka terbiasa mendapatkan informasi apa saja dengan mudah menjadikan anak malas berpikir dan juga membentuk pola pikir yang instan. Anak-anak yang mempunyai pola pikir instan kurang memiliki daya juang dan juga mudah menyerah ketika mendapatkan kesulitan. Belum lagi, kalau anak-anak mengakses informasi negatif yang belum layak mereka akses seperti pornografi, kekerasan, atau pelecehan seksual. Konten-konten yang tidak sesuai dengan umur mereka tentu akan mempengaruhi pikiran mereka yang berakibat mereka tidak fokus dalam belajar.

Ada satu masalah lagi tentang penggunaan internet bagi anak-anak, mereka kecanduan game online. Kecanduan game online tidak hanya menjangkiti anak-anak saja, remaja usia SMA hingga kuliahan juga banyak yang mengalami kecanduan game online. Dampaknya bisa dirasakan bagi orang tua yang memiliki anak-anak yang kecanduan game online, nilai sekolah mereka meluncur, interaksi dengan orang tua kurang, uang jajan meningkat dan pekerjaan rumah tidak dikerjakan oleh anak.

Temukan Jalan Keluarnya

Setiap masalah mesti ada jalan keluarnya, termasuk masalah anak-anak yang kami sebutkan di atas. Sebagai pihak yang merasa punya tanggung jawab terhadap masa depan bangsa, tulisan ini sebagai wujud urun rembuk kami bagi masalah orang tua ini. Tentu efeknya tidak besar, tapi harapannya mudah-mudahan bisa memberikan sedikit pencerahan bagi para orang tua yang sedang mengalami masalah serius dengan anak-anak mereka.

Temani mereka bermain mainan edukasi. Mainan edukasi jenisnya sangat beragam. Ada yang manual, ada yang sudah berbasis elektronik atau komputer. Yang kami sarankan untuk anak-anak usia PAUD, TK hingga SD, anak-anak lebih banyak bermain edukasi manual. Contoh-contoh permainan anak yang berbasis manual adalah puzzle, balok angka, balok huruf, rubik, lego, ular tangga, alat peraga lalu lintas dan masih banyak lagi. Permainan edukasi bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan. Ada permainan edukasi yang fungsinya untuk mengenalkan anak pada angka dan huruf, ada yang fungsinya mengasah logika, ada yang fungsinya untuk melatih kerja sama tim dan ada juga yang fungsinya untuk melatih kemampuan motorik.

Permainan edukasi sesuai dengan namanya bisa dijadikan sebagai sarana anak bermain dan belajar sekaligus. Anak tidak sadar bahwa mereka sedang belajar pada saat yang sama sedang bermain. Karena memang dunianya begitu. Untuk alat permainan edukasi sendiri, ada yang dari bahan kayu, plastik dan juga besi. Walaupun dilakukan dalam jangka waktu yang panjang, anak tidak akan merasa bosan seperti belajar di kelas karena memang dikemas dalam bentuk permainan.

Pentingnya permainan edukasi ini sudah dirasakan semua pihak, termasuk pemerintah. Alat permainan edukasi adalah komponen wajib dalam jenjang pendidikan PAUD dan TK. Dana yang dialokasikan untuk pengadaan mainan anak edukasi oleh pemerintah cukup besar. Bagi orang tua, tidak ada salahnya menyediakan permainan edukasi ini di rumah. Harga mainan edukasi juga tidak mahal, kisaran 20 ribu hingga 50 ribu. Kami yakin, dengan pembiasaan orang tua menemani anak bermain edukasi, akan meningkatkan kemampuan anak baik secara kognitif maupun sosial.

Baca juga: Pusat produsen mainan edukasi untuk tk-paud model terbaru

Batasi Waktu Nonton Televisi

Sebagai orang tua, kita berhak menyiapkan masa depan yang cerah bagi anak-anak mereka. Membatasi menonton televisi adalah salah satu caranya. Pembiasaan disiplin dalam menonton televisi bagi anak-anak akan memberikan mereka pelajaran bagi sebuah pengorbanan waktu untuk hal-hal yang positif. Anak-anak boleh menonton televisi dan bermain gadjet setelah semua tugas sekolah selesai dan waktunya tidak lebih dari satu jam. Apalagi acara-acara sekarang ini  kebanyakan berisi sinetron yang isinya masalah keluarga dan percintaan. Sangat tidak layak ditonton oleh anak-anak.

Selain membatasi waktu untuk menonton televisi, anak-anak juga disarankan pada saat menonton televis ditemani oleh orang tua mereka. Beberapa acara memerlukan penjelasan orang dewasa bagi usia anak-anak. Hal ini untuk menghindari pemahaman yang salah dalam menirunya di dunia nyata. Misal film kekerasan, tawuran dan juga tentang hubungan percintaan.

Bahkan ada beberapa keluarga yang memilih untuk tidak memiliki televisi sama sekali demi masa depan anak-anak mereka. Kami sebagai penulis juga merasakan, bahwa mayoritas acara televisi indonesia saat ini minim sekali nilai pendidikannya. Dengan tidak adanya televisi di rumah, orang tua bisa melakukan kegiatan lain yang positif seperti bermain puzzle atau hanya sekedar kumpul bercengkrama.

Ikutkan Anak Kursus Olahraga Atau Musik

Hampir setiap anak yang terlahir memiliki bakat tertentu dalam bidang olah raga atau musik. Tidak ada salahnya kalau orang mengikutkan mereka pada salah satu bakat anak baik itu olah raga atau musik. Mengikutkan mereka pada kursus sesuai dengan kesenangan mereka tidak hanya masalah prestasi, tapi lebih pada pemenuhan kebutuhan jiwa anak. Jika kebutuhan mereka baik secara jasmani dan kejiwaan terpenuhi, maka anak akan berkembangan secara maksimal.

Banyak orang tua tidak terlalu memperhatikan bakat olah raga dan musik anak karena lebih fokus pada kemampuan kognnitif anak. Fakta yang ada di lapangan, banyak orang dewasa yang sukses dalam kehidupan baik itu finansial atau pekerjaan berkat ketekunan mengasah hobi olah raga dan musik. Anak-anak yang tidak mendapatkan perhatian khusus dalam pengembangan hobi mereka akhirnya bakat besar itu terkubur sia-sia bersama waktu.

Kamping di Alam Bebas

Di tengah kesibukan kerja bagi orang tua dan kesibukan belajar bagi anak-anak, tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk kamping bersama di alam bebas. Bisa di pantai, gunung, danau, atau kebun teh. Alam yang belum tersentuh pembangunan modern mempunyai daya positif yang bisa menyegarkan pikiran dan tubuh. Otak dan fisik yang kesehariannya sibuk bisa menjadi segar kembali setelah melakukan kegiatan outdoor. Menjalani hidup terasa lebih segar lagi.

Kamping di alam bebas selain menyegarkan tubuh dan pikiran, bisa juga mempererat hubungan antar keluarga yaitu anak dan orang tua. Fasilitas yang ada di alam sangat terbatas, dan dalam menghadapi hal tersebut, akan tercipta kerja sama yang bagus antar anggota keluarga.

Sebagai penutup dari ulasan ini, saran kami sebagai penulis, orang tua di era milenial ini harus terus belajar dan belajar setiap waktu baik dari buku dan langsung dari ahli tentang perkembangan anak. Informasi yang cepat tentu membutuhkan respon yang tepat agar orang tua tidak gagap menghadapi anak-anak mereka yang hidup di era internet. Dan tidak kalah penting, meluangkan waktu yang cukup untuk anak-anak mereka sesibuk apa pun pekerjaan yang sedang mereka jalani. Contoh langsung yang baik dari orang tua adalah sekolah terbaik yang bisa mereka dapatkan dalam hidup.

Baca juga: Produsen mainan playground anak taman tk-paud murah di Surabaya

 

Bagikan ke

Membantu Anak Belajar Dengan Permainan Edukasi

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.

Membantu Anak Belajar Dengan Permainan Edukasi

Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Open chat